Membuat Orang Lain Menjadi Sukses
Salah satu nasehat penting dalam mencapai sukses adalah: Berusaha membuat mitra kerja usaha sukses". Bagi insan yang berkala budi dan visioner, menciptakan kondisi kesuksesan bagi mitra kerja dan mitra usaha adalah keniscayaan karena dengan demikian akan terbangun.
Kultur korprasi yang berkembang di bidang berbagai belahan dunia menunjukan, upaya kolektif menciptakan sukses bersama, merupakan jalan yang terbaik dan terindah. Hal ini karena sukses kolektif mempunyai nilai pertumbuhan dan kemajuan yang berkualtas. Di dalamnya senantiasa terdpat prinsip asasi: silih asih, silih asah, dan silih asuh, yang memungkinkan terjadi proses social empowerment di lingkungan sosial mana pun.
Prinsip asasi seperti ini selalu dilandasi oleh sikap positif untuk saling memuliakan. Dalam bahasa kearifan lokal dari tanah sulawesi selatan, disebut pada idi pada ilo sipatua sipatokong. Saling menghargai dan saling memandang segala hal secra positif, utuk akhirnya menjadi kerja kolektif saling memuliakan. Suatu nilai budaya kerja yang berpegang pada hakikat kerja sama: ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Kebersamaan hakiki.
Dalam konteks agama, tuhan memberikan contoh dengan berbagai model kerja sama. Pertama, model kerja sama, yang diperlihatkan dalam bentuk kerja sama semut, memindahkan satu masalah dari satu tempat lain. Gotong royong berbasis kebersamaan kekuatan dan keterpaduan semata. Kedua, model kerja sama antara nahl ( lebih ), yang diperlihatkan melalui keseluruhanperforma lebah. Suatu model kerja sama yang dilandasi oleh soliditas dan solidaritas, produktivitas dan profesionalitas, serta ekuitas dan ekualitas.
Apabila pada model kerja sama semut, yang terbangun hanya naluri kebersamaan, dalam model kerja sama lebah, yang terbangun adalah tanggung jawab sosial untuk saling bertanggung jawan melakukan proses empowermentship, dalam bentuk tanggung jawab atas berlangsungnya suksesi dan regenerasi. Ia memberdayakan seluruh potensi yang ada sesuai dengan fungsi dan kualitas kerja tiap anasir didalam komunitas atau organisasi. Kaena itu, pada komunitas lebah, pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang berhasil.
Ratu Lebah
Menyiapkan kondisi bagi kesuksesan orang lain, trutama para kader pengganti, merupakan pekerjaaan utama sang pemimpin ( ratu lebah). Semua dilakukan atas dasar keikhlasan memimpin. Karena itu, pemimpin yang sukses tidak mempunyai prestasi lain, kecuali menyiapkan jalan sukses bagi siapa saja yang berpotensi, berkualitas, dan iklas menjalani tugas dan kewajibannya. Sekaligus membebaskan dirinya dari berbagai kecendrungan melakukan pengelompokan invisble hand.
De Bono, dalam konteks leadership imageneering, mengisyaratkan pentingnya pembebasan diri dari penguasaan sukses diri sendiri dan kelompok ( primordialitas ), yang lebih banyak hanya memuja keunggulan kelompok ( asal usul, daerah, kampus,golongan, dan sejenisnya ). Mereka yang hanya berpikir bagai mana memajukan dan membuat sukses berdasarkan pertimbangan primordial, akan terjebak oleh kemubaziran yang hadir.
Membuat sukses orang lain, khasnya generasi baru, merupakan bagian penting dari suatu inovasi. Karena itu, seorang pemimpin yang memiliki sukses lewat platinum tarck, selalu mempunyai catatan penilitian dan rancang pengembangan ( secara personal ) setiap potensi dilingkungan sosilanya-termasuk catatan independen tentang personal didalam organisasi yang berkualitas: highly qualified adn effective people. bukan siapa, orang dekat dan orang jauh.
Dengan demikian, maka jelas, suksesi kepemimpinan dan kesuksesan oragnisasi, diciptakan melalui kesadaran dan tanggung jawab kolektif mereka yang sungguh memberi kontribusi besar terhadap organisasi atau komunikasinya. Disetiap lingkungan sosila dan organisasi, selalu tersedia sumber daya manusia yang layak dan pautu sukses' dalam propesi yang tepat untuk suatu kurun waktu tertentu.
Anda ingin sukses di bawah lindungan tuhan, buatlah orang lain ( generasi penggati ) sukses meskipun anda tidak pernah tahu asal usulnya. Jangan pernah penjarakan sukses masa depan dengan primordialitas yang tidak perlu. Ciptakan sistem yang memungkinkan setiap orang yang layak dan patutu sukses, memperolej kesuksesan meski ia hanya seorang yang datang dari kaum amah ( awam,d.).
Sumber : Ketik Ulang Buku Platinum Track
De Bono, dalam konteks leadership imageneering, mengisyaratkan pentingnya pembebasan diri dari penguasaan sukses diri sendiri dan kelompok ( primordialitas ), yang lebih banyak hanya memuja keunggulan kelompok ( asal usul, daerah, kampus,golongan, dan sejenisnya ). Mereka yang hanya berpikir bagai mana memajukan dan membuat sukses berdasarkan pertimbangan primordial, akan terjebak oleh kemubaziran yang hadir.
Membuat sukses orang lain, khasnya generasi baru, merupakan bagian penting dari suatu inovasi. Karena itu, seorang pemimpin yang memiliki sukses lewat platinum tarck, selalu mempunyai catatan penilitian dan rancang pengembangan ( secara personal ) setiap potensi dilingkungan sosilanya-termasuk catatan independen tentang personal didalam organisasi yang berkualitas: highly qualified adn effective people. bukan siapa, orang dekat dan orang jauh.
Dengan demikian, maka jelas, suksesi kepemimpinan dan kesuksesan oragnisasi, diciptakan melalui kesadaran dan tanggung jawab kolektif mereka yang sungguh memberi kontribusi besar terhadap organisasi atau komunikasinya. Disetiap lingkungan sosila dan organisasi, selalu tersedia sumber daya manusia yang layak dan pautu sukses' dalam propesi yang tepat untuk suatu kurun waktu tertentu.
Anda ingin sukses di bawah lindungan tuhan, buatlah orang lain ( generasi penggati ) sukses meskipun anda tidak pernah tahu asal usulnya. Jangan pernah penjarakan sukses masa depan dengan primordialitas yang tidak perlu. Ciptakan sistem yang memungkinkan setiap orang yang layak dan patutu sukses, memperolej kesuksesan meski ia hanya seorang yang datang dari kaum amah ( awam,d.).
Sumber : Ketik Ulang Buku Platinum Track

0 komentar:
Posting Komentar