Dalam banyak hal, imagenering berhubngan erat dengan proses pengorganisasian diri dengan pendekatan harmoni mind dan sould; memadukan secara harmonis kekuatan think, instink,sense dan feel. Dalam konteks kelembagaan atau organisasi yang lebih luas, imageneering dapat menjadi panduan dalam mengembangkan kekuatan kreatif yang dimiliki setiap anasir organisasi terkait dengan proses perencanaan dan pengembangan gagasan dalam penyesunan visi,misi, rencana strategis,program, rencana kegiatan ,dan kegiatan secara trukur.
Imajinasi atau abstraksi pemikirian suatu gagasan kreatif ( subjektif ) tidak akan mewujud menjadi kenyataan ( objektif ) apabila tidak memenuhi imageni indicators-nya, yaitu reasonable, realibile,feasible,manageable, dan evaluable. Edwar de Bono, salah seorang imageneer mendiskripsikan,"
imagination is the process by whicth the human intellect travels beyond the limitations of his or her senses; imagination opens doors to an abstract world that is governed by the same rules as the physical word."
Mempertimbang pentingnya imageneering, walt disney mengembangkan divis khusus,sebagai bagian utama dalam keseluruhan organisasi manajemennya, Jay Rasulo, Presiden Walt Disney Parks adn Resorts mengemukakan,peran devisi emagenering sangat penting dalam merumuskan perkembangan bisnis prusahaannya pada masa depan.
"Imageneering menghadirkan masa depan sebagai suatu realitas yang dapat dideskripsikan hari ini,dengan mengelobarisikan berbagai realitas dan pencapaiyan hari kemarin,untuk merumuskan dan mewujudkan kondisi masa depan yang lebih baik," seru joe Rohde imageneering Creative executitve
UK Walt Desney.
Panduan imagenation dan engeneering memberi demensi tersendiri terhadap perencanaan bisnis yang beroriatasi masa depan. Setidaknya, Imageneering memberi kemungkinanan menghidupkan imaginasi keratif seluruh potensi sumberdaya manusia pada institusi bisnis, dalam merumuskan sentra kepeduliannya ( focal concern ), memahami dengan saksama kekutan pendorong bagi kemajuannya sebagai entitas bisnis yang harus beriontitasi profit. Bukan suatu institusi sosial yang mengabaikan prinsip-prinsip asasi bisnis.
Di sisi lain,
Imageneering memandu tata kelola institusi bisnis untuk mempredeksi sejak awal, bagai mana kondisi masa depan yang akan dikehendaki dan bagaimana pula kemungkinana terbutuk yang bakal terjadi dan dihadapi. Bahkan, dalam banyak hal,
Imageneering memandu merumuskan
stages perkembangannya.
Albert Eintein menyebutkan: imagination circles the world. Ia menepatkannya sebagai sesuatu yang sangat penting, daripda pengetahuan.
" Imagination is more inportant than knowledge. Knowledge is limited," serunya.
Dalam kontek imageneering, Luis de Brogle, menyebutkan sebagai pijakan yang kokoh bagi perkembangan dalam intuitif para pemikir yang mampu menjangkau berbagai hal yang tak dapat dijangkau oleh science. Karena imageneering, menurut Diane Nijs-Profesor in Imageneering di Imagenering academy, Nedrland-memberi ruang terbuka bagi siapa saja untuk mendorong nilai ekspresi dirinya guan menemukan nilai baru yang memperkuat ketahanan dalam menghadapi prubahan.
Setiap pelaku bisnis, memeiliki hasrat besar untuk menemukan jalan baru penguat rekayasa bisnis terkait dengan strategi. Untuk memperoleh ketepat strategi, mereka memerlukan imageneering. Suatu rekayasa untuk imajinasi, untuk mewujudkan prubahan, dipenghujung tantangan yang diberikan pengalaman ( perubahan dan pembeharuan ) ekonomi. Nijs menegaskan, imageneering sebagai fudemntal bagi setiap pelaku bisnis yang mapu mengubah tantangan dan hambatan menjadi peluang, dan mengubah kelemahan menjadi kekuatan.
MIMPI SEBAGAI HAK
Setiap orang berhak atas mimpi dan tak seorangpun boleh merampas mimpi orang lain. Akan tetapi, sudahkah kita mengenal mimpi? sebagai orang menrjemahkan mimpi sebagi diskripsi abstraktif bawah sadar yang merflisikan emprisme. Sebagai lainnya memehami sebagai deskripsi abstraktif ideal yang muncul begitu saja. Apapun pemahama dan penerjemahan kita, mimpi adalah diskripsi abstraktif yang mengreflisikan asa sesorang tentang suatu ke adaan, baik yang belum maupun akan dialaminya.
Mimpi yang menjanjukan keindahan dan kondisi ideal sering disebut sebagai shine dreams. Sebaliknya, mimpi mnejajikan hal yang menyeramkan, disebut sebagai dark dreams. Keduanya akan selalu dihadapi oleh manusia. misalnya, tinggla bagai mana manusia mengendalikan mimpi menjadi realitas ideal, dan tak berhenti hanya menjadi
idealistic frame.
Manusia harus mengendalikan mimpinya dengan pengujian empiristik sehingga tak membuatny terjebak dalam ilusi dan fantasi. Banyak manusia meyakinkan kebenaran mimpi sebagai fenomena alam yang empiris dan realitis, lalu sampai kepada edagium teoritis. Disamping itu, realitas lain menunjukan bahwa teori berpangkal dari empirisme. Sebagai manusia lainya mengelolal mimpi menjadi realitas sebagai kewajiban baginya; sebgai cara menggunakan hak untuk mimpi.
Ketika mimpi dikendalikan dengan parameter empiris, diskripsi abstraktif itu akan menjelma menjadi diskripsi realistis, berbentuk imajinasi. Di dalamnya, anasir kemungkinanan jauh lebih besar dari ketidakmungkinanan. Parameter empiris berkaitan dengan relitas pertama kehidupan manusia sehari-hari dan merupakan tools yang berada di lingkup demensi ruang waktu. misalnya, imajinasi tentang
basic need dan
basic want manusia: pangan, sandang, papan dan sejenisnya.
Menurut wataknya, ungkap ibn khaldun, manusia membutuhkan suatu untuk dimakan, pakaian untuk menutupi aurat, melindungi dari fenomena alam, serta untuk melengkapi dirinya dalam semua keadaan dantahapan hidupnya sejak masa pertumbuhanhingga masa tuanya. Untuk memenuhi imajinasinya itulah, perdapan manusia mendorong berkembangnya pengetahuan,ilmu, dan teknologi.
Dengan peradapannya itu, manusia mengelola daya, mengembangkan kemapuan nalar, memadukan insting, rasa, dan indranya mengelola serta mengelola semua yang telah diciptakan tuhan untuknya.
Dengan perdapan pula, manusia memwujudkan ( menjadi realitas ) pernyataan imajinatif tuhan," Allah lah yang menundukan lautan,angkasa, dan binatang untukmu. Tangan manusia terhampar atas alam seluruhnya dan segalanya sesuatu yang terdapat didalamnya, dimana Allah membuat manusia sebagai khalifah-nya di ats muka bumi ini," Dalam konteks itulah, sejak berabad lampau, day dream atau dark dream manusia menjadi pemicu lahirnya imajinasi, yang akhirnya berkembang sebgai pengetahuan, ilmu, dan teknologi. Mulai dari yang paling sederhana, sampai yang paling kompleks.
Dengan pengetahuan, ilmu, dan teknologi, manusia memenuhi hasrat hidupnya, baik secra personal maupun sosial. Sesuai dengan hakikat eksistensi manusia sebagai homosocius. Imajinasi yang dihapiri dengan pengetahua,ilmu dan teknologi, mungkinkah manusia mengolah-antara lain-logam mulia,emas, perak, tembaga, nikel, minyak bumi gas, flora,fauna,udara, dan lainya yang disediakan tuhan diatas muka bumi bagi kelayakannya idela kehidupannya. bahkan kemudian, manusia mengembangkannya sebagai ukuran nilai bagi akumulasi.
Sebagai manusia lainya menggunakan imajinasi untuk menepatkan semua yang disediakan tuhan sebagai subjek dalam dinamika kehidupan ekonomi, mulai dari sekala sangat kecil samapai dengan yang besar. Dalam konteks demikian, imajinasi memandu manusia memberi makna terhadap hakikat daya cipta dan kreativitas, kemudian menemukan rumus-rumus tentang kerja. Di sanalah, manusia menemukan demensi nilai hidupnya yang kita kenal sebagai peradapan.
Sumber : ketik ulang dari buku Platinum Track