Kamis, 20 Oktober 2016

Berani Untuk Sukses

sumber gambar: nlpsurabaya.wordpress.com

Berani Untuk Sukses

Seoarang yang berani sukses, akan sukses, dan akan mngerti secara menghindari gagal dan kegagalan. Hal ini karena kegagalan tak harus selalu dimaknakan sebagai' sukses yang tertunda'. Sukses dan gagal, merupakan dua hal yang berbeda satu dan lainya.

Dalam kontek demikian, paradigma baik sangka ( Kepada manusia maupun kepada tuhan), dinyatkan sebagai bagian tak terpisahkan dari keseluruhan proses. Didalam baik sangka, tuhan menyimpan energi posistif, yang akan menggerkan dinamika hidup bernilai posistif. Sebaliknya siapa saja yang terbiasa bebrburuk sangka, tersimpan energi buruk.

Baik sangka melahirkan kepercayaan dan tanggung jawab. Didalamnya, segala energi positif tersemai dan tumbuh kembang. Tampil dan sosoknya yang tegak-teguh: rasa hormat, silaturahmi, kehendak saling mendukung dan saling membantu, kejujuran, toleransi, dan kehendak untuk saling memuliakan, lalu akhirnya saling memberikan kesempatan dan jalan menuju sukses.

Buruk sangka melahirkan kecurigaan, keraguan, dan jauh dari tanggung jawab. Didalamnya, seluruh energi negatif tumbuh, lalu menguasai pikiran, hati dan jiwa. Hadir dengan daya ynag merusak, seperti: iri hati, dengki, kecemburuan berlebihan, merasa jago dan tidak jago merasa, lalu secara serta merta dikucilkan, disepelekan ( diabaikan ), dipinggirkan, dirampas, dan dizalim. padahal, yang sungguh terjadi adalah hal yang sebaliknya.

Mereka yang dikuasai buruk sangka, akan terkukung dan terpenjara oleh dominasi eneri buruk di dalam pikiran, jiwa, dan hati, hingga akhirnya menghancurkan diri sendiri. Mereka, akan selalu jauh dari sukses, dalam sekala hidup bagai manapun juga.

Tangga Yang Kokoh

Untuk mencapai sukses, baik sangka sebagai energi positif mempunyai daya prubahan yang sangat dahsyat. hanya baik sangka yang mampu mengubah ketakutan menjadi tantangan, dan akhirnya menciptakan peluang. Hanya baik sangka yang mampu mengubah tata minda ( mindset )  yang condong pada kegagalan, menjadi condong kepada sukses. Baik sangka jugalah yang mangubah segala hal yang negatif menjadi positif.

Buruk sangka yang antara lain melahirkan ghibah, buhtan, dan fitnah laksana noktah hitam didalam sumber energi manusia ( Hati ),  yang ketika dilakukan berulang ulang secara trus menerus, menguasai hati. Dan ketika menjadi kebiasaan hidup, maka semua keburukan menutupi hati. Dan ketika menjadi kebiasaan hidup, maka semua keburukan menutupi hati, dan akhirnya menguasai pikiran. Pada saat itulah, manusia tenggelam dalam gagal dan kegagalan , dan sukar untuk bangkit. Puncaknya, akal pikiran akan lumpuh, tak berdaya. Gairah dan ghirah hilang lenyap.

Pada saat itulah manusia disebut gagal, ia akan hidup apatis, kehilangan trust, dan kemudian sibuk mempruduksi mimpi diruang khYli ( ilusi dan fantasi ). Mereka kehilangan imajinasi tentang sukses, sebagai suatu kondisi edial yang harus dicapai dengan berjuang dijalan baik sangka. Hal ini karena imajinasi sukses pada dasarnya, merupakan kerangka idealistika yang jelas indikator dan parameternya sekaligus manageable, feaseable, accountable, responsble, dan mempunyai time line yang jelas.

Tuhan memandu manusia bahwa sukses dalam hidup hanya mungkin dicapai manusia yang selalu brusaha dan mampu menyelamatkan dan lingkungan sosialnya dari petaka buruk sangka. Untuk itu, mereka disiplin, mau dan mampu mengikuti aturan yang berlaku di dalam kehidupan dan lingkungan sosilanya, mengukuhkan komitmen positif yang dikuatkan oleh sinergi positif. Kemudian saling menunjang satu dan lainya.

Karena itu, sukses seorang tak sepenuhnya bisa dicapai hanya oleh dirinya sendiri. Sukses yang dicapai berdasarkan energi baik sangka, selalu melibatkan berbagai unsur, faktor, dan aspek yang juga positif. Higgs ( 1964 ), menyebut, baik sangka atau posistive think, merupakan kekuatan yang mampu membebaskan manusia dari kegagalan, dan menjadi tangga yang kokoh untuk mencapai sukses.



Sumber : Ketik Ulang Buku Platinum Track

1 komentar: