Belajar Dari Diri Sendiri
Mengelola potensi diri adalah menyelenggarakan manajemen itu sendiri. Secara alamiah, manusia di ajarkan melakukan berbagai aspek manajemen, termasuk mneyenggarakan fungsi manajemen diri. Tak terkecuali di dalamnya, mngordinasikan diri.
Dalam menyelenggaraan koordinasi, utlah fungsi commanding atau directing berperan sangat straegis. Fungsi ini, kita kenal sebagai fungsi yang memungkinkan berlangsungnya empowerment process, bimbingan, pengarahan, intruksi, breefing, yang dalam konteks koordinasi memungkinkan semua unsur melaksanakan tugas dan tanggung jawab berlangsung optimal.
Fungsi ini sering juga disebut sebagai fungsi strategis, karena pada dasarnya setiap manusia merupakan pribadi utuh, yang berdaulat atau berwewenang. Pribadi, yang mempunyai dimensi kebebasan nyata didalam dirinya.
Ketika kita mempelajari sistem, mekanisme kerja seluruh fungsi organisasi alamiah di dalam diri sendiri, kita dapat merasakan bagai mana berlangsungnya koordinasi yang sangat luar biasa. Ketika pikiran yang menjadi daya penggerak anatomi otak, memerintahkan sesuatu, maka seluruh oragan dan fungsi didalam tubuh bergerak dan melakukan koordinasi dengan sebaik-baiknya.
Otak secara otomatis melakukan fungsi commanding atau directing, dan menggerakan seluruh organ mengorganisasikan instink, perasaan, dan indria, ketika pikiran mengintruksikan sesuatu. Kebaikan dan keburukan berproses, dan menemukan bentuknya ketika pikiran buruk mengitruksikan manusia. Dalam koteks inilah: niat kiat siasat menjadi pertalian yang tak terpisahkan satu dan lainya.
Seluruh oragan tubuh manusia kehilangan daya, ketika otak yang menyandang fungsi directing atau comanding, mengalami masalah. Pada saat itulah terjadi demotivasi, yang berdampak langsung terhadap pergerakan kiat dan siasat manusia dalam menjalani kehidupannya.
Ketika hal itu berlangsung, manusia mengalami demotivasi dan kehilangan energi utnuk menghasilkan sesuatu yang terbaik. Pada saat itulah pula, pergerakan kinerja seluruh organ untuk berpruduksi menghasilkan sesuatu yang terbaik ( achievement ) mengalami hambatan. Hambatan itu, sering disebut sebagai hambatan psikologis atau hambatan psikis.
Commanding atau directing didalam organisasi, dari apa yang kita pelajari dari keseluruhan sistem manajemen internal didalam diri kita, berhubungan langsung dengan kapabilitas, peluang, komitmen , dan aksi. Sebagai mana halnya kapabilitas berhubungan dengan pengetahuan, ilmu, dan pengalaman manusia, yang ditopang oleh teknologi sebagai perangkat manusia dalam berkarya. Akan halnya peluang, berkaitan dengan insiatif yang dihasilkan oleh kapabilitas manusia, dalam merespon hasrat, kebutuhan, kehendak, dan kepentingan ( Positif ).
ACHIEVEMENT
Komitmen berhubungan dengan kesadaran kolektif untuk mencapai seluruh hal yang digerakan oleh kapabilitas manusia dan peluang-peluang ( yang tersedia dan digagaskan ). Kesemua itu mendorong pergerakan manusia untuk menghasilkan sesuatu yang terbaik bagi dirinya dan orang banyak. Apabila manusia berpikirr dia bisa melakukan sesuatu, dia akan bisa melakukan sesuatu. Apabila manusia berpikir tentang sesuatu dan dia memikirkannya kembali ( tidak melakukan apa yang dipikirkannya ), dia tidak bisa melakukan sesuatu.
Tugas manusia adlah melakukan sesuatu yang dia pikirkan dan bukan memikirkan sesuatu yang dia pikirkan. Hal ini berhubungan langsung dengan kapabilitas manusia. Bernardh shaw berseru: " if you think, you can, you can. if you think, you can't. you right!"
Karena itulah, seluruh peluang hidup hanya akan bermakna dan dapat diraih manusia dengan baik, ketika manusia melihat, memandang dan meperlakukan secra optimis. Konsep memandang peluang semacam inilah yang dalam pandangan Winston Churchill. memandu manusia melakukan pengambilan keputusan tepat untuk melakukan aksi yang berhasil.
Akan halnya komitmen, merupakan kesadaran yang mesti diwujudkan secara konsisten dan konsekuen pada proses achievement manusia. Komitmen yang dilaksanakn secara konsisten dan konsekuen akan merupakan rangkaian proses untuk menjemput masa depan yang lebih baik.
Dalam kontek kesuksesan hidup manusia, komitment juga dikatakan sebagai sikap yang dilandas oleh inisiatif dan daya tahan manusia dalam menghadapi rintangan. Dengan komitmen manusia mengubah tantangan menjadi peluang atau sebaliknya, dan dengan komitmen manusia mengubah kelemahan menjadi kekuatannya.
Comanding atau directing yang berlaku tegak di atas komitmen akan menghasilkan praktek penyelengaraan manajemen diri, untuk mewujudkan gagasan menjadi realitas pertama. publilius Syrus, mnyebut: aksi merupakan pelaksanaan praktis seluruh intruksi yang terbaik. intruksi terbaik, sangat erat berhubungan dengan kapabilitas dan komitment dalam mengelola peluang menjadi hasil karya terbaik manusia.
Sumber : Ketik Ulang dari Buku Platinum Track.

0 komentar:
Posting Komentar