Kembidbuk Muhajir Effendy Segera Akan Resmikan Sekolah 5 Hari
Muhajir Effendy akan menetapkan hari sabtu dan minggu sebagi libur nasional bagi siswa sekolah ternyata sudah lama diterapkan dikabupaten purwakarta. semenjak kabupaten ini dipimpin oleh bupati Dedi Mulyadi dari purwakrta pada tahun 20018, falsafah kearifan lokal langsung diterjemahkan kedalam kebijakan diberbagai bidang termasuk bidang pendidik.
MUhajir Effendi menuturkan, keputusan hari sabtu sebagai hari libur pendidikan naional segera dikelurakan. Dengan keputusan itu, seluruh daerah bakal kompak meliburkan siswa setiap hari sabtu dan minggu.
Pertama kali menerapkan kebijakan sekolah lima hari, yaitu bupati purwakarta mengemukakan alasan dibalik pemberlakuan kebijakan tersebut adalah pelajar harus memiliki waktu yang cukup untuk bercengkraman dan mberlibur bersama kelurga dan orang tuanya, sehingga pendidikan informal dalam hal ini didapatkan oleh pelajar melalui transformasi nilai yang dilakukan oleh para orang tua mereka dirumah.
Tahun 2008. Jam mata pelajaran disekolah kita padatkan, masuk jam 6 pagi serentak diseluruh sekolah baij desa maupun kota. sementara jadwal pulang, anak yang bersekolah didesa pulang jam 11 siang, anak yang sekolah di kota pulang jam 12 siang. Waktu bersama keluarga menjadi lebih banyak kata bupat purwakarta dedi mulyadi para media.
Bukan hanya pengurangan jam pelajaran disekolah yang sudah berlaku oleh bupati yang akrab disapa kang Dedi. Dedi memilik gagasan agar mata pelajaran disekkolah juga dikurangi. Beralsan sisi aplikatif dari nilai akademik jauh lebih penting dari pada sekedar mempelajari sisi teoritik.
Jika Mendikbud mengizinkan, di purwakarta akan mengurangi jumlah mata pelajaran. ini sudah terlalu banyak tidak afektif untuk perkembangan generasi kita kedepan, contonya untuk meningkatkan SD cukup diajarkan Calistung ( Baca tulis,hitung ), dan bisa langsung diajak praktik, jadi disampaikan tidak dalam bentuk teorinya.
Dedi mencontohkan mata pelajaran yang lebih mengarang pada sisi aplikatif adalah pendidikan kewarganegaraan. Anak-anak sekolah dapat langsung diajarkan tidak membuang sampah sembaranagan, tidak melakukan vandalisme dan diajak untuk membangun kebiasaan positif lainya yang mencerminkan karakter manusia indonesia.
Sumber: Ketik Ulang Berkobar

0 komentar:
Posting Komentar