Menjadi Pelayan Profesional
Jalan platinum tak hanya jalan sukses dalam pengertian universal. Bahkan, merupakan jalan sukses dalam pengertian spesifik. Ditengah krisis, jalan platinum sukses, adalah jalan yang semestinya ditempuh siapa saja untuk mengatasi krisis dan menaggulangi dampak krisis itu sendiri.
Bagi para pemimpin dan institusi bisnis, kesadaran dan tanggung jawab individual dan kolektif mengatasi krisis, setidaknya mesti mempertimbangkan lima aspek sperti berikut ini.
- Menciptkan sinergi antara pemimpin dan masyarakat yang dipimpin dan masyarakat yang dipimpinya, termasuk sinergi mengatasi hubungan industrial dilingkungan bisnis;
- Mewujudkan political need dan political interested yang relevan dengan upaya membentuk fudemental ekonomi: capital ground;
- Merumuskan visi periodik untuk mencapai tujuan ekonomi sebagai investasi jangka panjang;
- Menciptakan kondisi terbinanya ketenangan dan produktivitas kerja untuk mewujudkan industrial peace; dan akhirnya,
- Mewujudkan kondisi terciptanya kesejahteraan kolektif, mulai dari socila welfare sampai welfare state, tampa harus melakukan welvaart politek yang cenderung merupakan politicking action.
Dalam konteks demikian maka jalan platinum mencapai sukses, dapat dimulai oleh siapa saja, dengan mempermulasikan komitment asasi sebagi pelayan profesional bagi lingkungan sosial dan masyarakatnya. ( TErmasuk didalam prinsip-prinsip civil sevent dan civi mission ) yang mendasari kiprahnya diatas cara dan sikap kerja. bukan oleh gelar, kontelasi sosila ( antara lain berbentuk jabatan ), dan status simbol yang diperolehnya. Semakin tinggi gelar dan jabatan, harus semakin jelas orientasi sikap kerja dan semakin konkret cara kerja, yang langsung menemukan solusi atas berbagai permasalahn yang dihadapi.
Menegakan law eforcement yang mewujud dalam bentuk reward dan punishment, berdasarkan prinsip-prinsip kesetaraan, keadilan, dan kearifan, merupakan salah satu marka penting platinum track untuk mencapai sukses. Karena dengan cara inilah akan terbangun kondisi collective colegialisma, yang berierintasi kepada fungsi, tugas, dan tanggung jawab.
Ekuaitas ekulitas menjadi faktor strategis trutama ketika kita hendak memahami hakikat dasar imageneering yang membedakan dengan jelas atara persepsi yang ditimbulkan oleh asumsi dan persepsi yang ditimbulkan oleh presumsi tentang kedudukan dan fungsi seorang ditengan lingkungan sosila.
Tak Pernah Takut
Louis Marlow ( 1997 ) mengungkap, persepsi seorang tentang lingkungan sosila atau komunitasnya, selalu dipengaruhi, oleh status, posisi, intelektualitas, budaya latar belakang dan kecendrungan politiknya. Kesemua itu memengaruhi setiap manusia menempatkan diri dan memaikan peran dirinya ditengah lingkungan sosialnya.
Persepsi yang keliru tentang komunitas dan lingkungan sosila, manageral structure, staffting group, socila and institutionla group, akan menjerumuskan tidak hanya peraktik kepemimpinan, tetapi institusi secara keseluruhan, itulah sebabnya, mengapa setiap orang yang menjalani amanat kepemimpinanan mesti memahami sesadar-sadarnya core bussines setiap institusi yang dipimpinnya.
Mereka yang memimpin intitusi publik atau politik, terbebaskan dari kewajiban memperoleh profit dan benefit, ksrens ysng hsrus dipikrkannya adalah bagai mana menciptakan benifit seluas-luasnya. Sebaliknya, mereka yang memimpin institusi ekonomi ( Meski mepunyai orientasi politik ) misalnya prusahaan berbentuk perseroan milik negara dan swasta, tak bisa membebaskan dirinya dari orientasi profit. keduanya tak bisa dicampur baurkan satu dengan lainya.
Persepsi yang keliru terhadap core bussines, selain akan menimbulkan keracunan dalam berpikir, bersikap, dan bertindak, juga akan menyesatkan lingkungan sosila dan komunitasnya. Dalam konteks inilah, persepsi pemahaman tentang, serahkan urusan kepada ahlinya, menjadi relevan dan penting.
Pemimpin sebagai pelayanan yang baik, sejak jauh-jauh hari sudah mempertimbangkan dengan seksama core bussines institusi yang akan dipimpinnya. Menerima tugas dan amant yang tidak sesuai dengan kemampuan ( Skill ) selain akan menyebabkan split orientasi, juga akan mengahambat proses akselerasi dan achievment.
Menjadi pemimpin sebagai pelayan profesional adalah menjadi penggerak akselerasi dan achievment, produktivitas, dan kesadran melayani. menjadi penting dan utama, memang kesadaran dan tanggung jawab individual pemimpin sebagai pelayan profesional sebagai inti kekuatan. Khususnya dalam menjawab tantanan, serta menciptakan dan memberi makna atas peluang trutama kita dihadang krisis. Pelayan profesional, tidak pernah takut mengahdapi krisis, karena ia selalu mempunyai solusi.
Sumber : Ketik Ulang Buku Platinum Track.