Minggu, 23 Oktober 2016

Tahun 2017 Guru PNS Non PNS dan Siswa Miskin Banjir Rupiah

Sumber Gambar : pikiran-rakyat.com

Tahun 2017 Guru PNS Non PNS dan Siswa Miskin Banjir Rupiah

Sumberbooks..Pada tahun 2017, guru dan siswa miskin akan bankri rupiah. Ini menyusul dengan masuknya beberpa target dan sasaran pendidikan tahun 2017 didominasika untuk kepentingan guru serta siswa miskin diseluruh tanah air.

Kemendikbud akanmenyalurkan kartu indonesia pintar ( KIP ) kepada 17, juta siswa yang tidak mampu, selain itu juga, pemerintah akan membangun 210 unit sekolah baru dan 2.500 ruang kelas baru untuk belajar.

Selain untuk kartu indonesia pintar ( KIP ) pembangunan sekolah baru, kami juga akan merehabilitas 41 ribu ruang kelas, merenovasi 294 sekolah, membangun 2.140 laboraorium atau sering di sebut ruang praktek belajar dan membangun 1.33. perpustakaan, " Lata mendikbud Muhadjir Effendy,jumat 2.09.16.

Pemberian KIP da peningkatan prasaran pendidikan disekolah, merupakan salah satu target pendidikan pada tahun 2017. Target dan sasaran lainya adalah membantu peningkatan kualifikasi kepada 14 ribu guru, dan memberikan insetif guru non PNS kepada 116 ribu guru.

Selain itu juga memberikan tunjangan khusus kepada 24 ribu guru. Pemerintah akan menyediakan 796 ribu guru pembelajaran, 14 ribu bantuan peralatan pendidkan, melakukan sertifikasi kepada 100 ribu guru, memberikan bantuan keaksaran kepada 96 ribu orang, disampaing merekrut 3.500 guru untuk ditempatkan didaerah terdepan.


Sumber : Ketik Ulang Berkobar

Kembidbuk Muahajir Effendy Segera Akan Resmikan Sekolah 5 Hari

Sumber Gambar : regional.kompas.com

Kembidbuk Muhajir Effendy Segera Akan Resmikan Sekolah 5 Hari

Muhajir Effendy akan menetapkan hari sabtu dan minggu sebagi libur nasional bagi siswa sekolah ternyata sudah lama diterapkan dikabupaten purwakarta. semenjak kabupaten ini dipimpin oleh bupati Dedi Mulyadi dari purwakrta pada tahun 20018, falsafah kearifan lokal langsung diterjemahkan kedalam kebijakan diberbagai bidang termasuk bidang pendidik.

MUhajir Effendi menuturkan, keputusan hari sabtu sebagai hari libur pendidikan naional segera dikelurakan. Dengan keputusan itu, seluruh daerah bakal kompak meliburkan siswa setiap hari sabtu dan minggu.

Pertama kali menerapkan kebijakan sekolah lima hari, yaitu bupati purwakarta mengemukakan alasan dibalik pemberlakuan kebijakan tersebut adalah pelajar harus memiliki waktu yang cukup untuk bercengkraman dan mberlibur bersama kelurga dan orang tuanya, sehingga pendidikan informal dalam hal ini didapatkan oleh pelajar melalui transformasi nilai yang dilakukan oleh para orang tua mereka dirumah.

Tahun 2008. Jam mata pelajaran disekolah kita padatkan, masuk jam 6 pagi serentak diseluruh sekolah baij desa maupun kota. sementara jadwal pulang, anak yang bersekolah didesa pulang jam 11 siang, anak yang sekolah di kota pulang jam 12 siang. Waktu bersama keluarga menjadi lebih banyak kata bupat purwakarta dedi mulyadi para media.

Bukan hanya pengurangan jam pelajaran disekolah yang sudah berlaku oleh bupati yang akrab disapa kang Dedi. Dedi memilik gagasan agar mata pelajaran disekkolah juga dikurangi. Beralsan sisi aplikatif dari nilai akademik jauh lebih penting dari pada sekedar mempelajari sisi teoritik.

Jika Mendikbud mengizinkan, di purwakarta akan mengurangi jumlah mata pelajaran. ini sudah terlalu banyak tidak afektif untuk perkembangan generasi kita kedepan, contonya untuk meningkatkan SD cukup diajarkan Calistung ( Baca tulis,hitung ), dan bisa langsung diajak praktik, jadi disampaikan tidak dalam bentuk teorinya.

Dedi mencontohkan mata pelajaran yang lebih mengarang pada sisi aplikatif adalah pendidikan kewarganegaraan. Anak-anak sekolah dapat langsung diajarkan tidak membuang sampah sembaranagan, tidak melakukan vandalisme dan diajak untuk membangun kebiasaan positif lainya yang mencerminkan karakter manusia indonesia.


Sumber: Ketik Ulang Berkobar

Kemendikbud Akan Menghapus Kewajiban Guru Mengajar 24 Jam

Sumber Gambar : http://news.okezone.com

Kemendikbud Akan Menghapus Kewajiban Guru Mengajar 24 Jam

SumberBooks..Kemendikbud saat ini sedang mematangkan rencana untuk menghapus kewajiban guru yang mengajar 24 jam. Menurut Muhadjir Effendy, aturan ini membuat guru tidak kosentrasi dengan tugasnya. Hal ini dikatakan usai menjadi pembicara seminar yang digelar di padang.

Kewajiban guru 24 jam, akhirnya brusaha memenuhi target tersebut dan mengajar dibeberapa sekolah. jika itu, bagai mana seorang guru akan profesional dan kosentrasi pada sekolahnya, kata Muhadjir yang SekolahDasar.Net kutipan dari antaranews ( 26/09/2016 )

Kewajiban mengajar minimal 24 jam perminggu dijadikan syarat untuk mendapatkan tunjangan profesi guru. Jika tidak memiliki 24 jam mengajar dalam kelas, guru tidak memperoleh tunjangan. Syart ini juga berlaku bagi guru honorer yang salah satunya syarat utama penerimaan insentif adalah beban mengajar minimal 24 jam perminggu.

Kemendikbud meminta para guru untuk terus memacau dan memahami pentingnya profesi yang dijalani. Dalam perdagangan guru profesi induk dari berbagai macam profesi yang ada, karena tidak ada profesi lainya yang lepas dari peran guru.


Sumber: Ketik Ulang Berkobar

Akses Salah Satu Jalan Utama Menuju Sukses

Sumber Gambar : jarvis-store.com


Akses Salah Satu Jalan Utama Menuju Sukses

Seringkali akses mempunyai nilai sangat strategis dibandingkan modal dasar dan modal kerja. Mereka yang menghendaki sukses dalam hidup, mesti selalu menyadari, pentingnya menguatkan akses. Jalan utama dalam menguatkan akses adalah melakukan sinergi positif yang selalu bisa dibangun dengan memelihara silahturahmi yang baik.

Bebeda dengan persengkokolan, silahturahmi untuk menguatkan akses harus dimulai dengan kesadaran: hidup diatas nilai positif, dan membebaskan diri dari kebencian kepada siapapun. Allah SWT menyerukan kepada muhammad SAW, Jangan sampai kebencian ( mu ) kepada sesuatu kaum, mendorongmu berbuat melampui batas. Tolong menolonglah kamu dalam ( berbuat ) kebajikan dan takwa, dan jangan bersekongkol  berbuat dosa dan permusuhan."

Kebencian yang melandasi kezaliman, akan meruntuhkan akses, karena kebencian dan tindakan semena-mena meruntuhkan silahturahmi serta meruntuhkan jejaring. Padahal jejaring merupakan salah satu tiang sangga penguat akses. Sama nilainya dengan persengkongkolan yang dilantari dengan kebencian dan sikap" Like and dislike'.

Dalam mencapai sukses, silahturahmi atau jejaring, menjadi sangat strategis fungsional. Didalmnya, manusia sebagi subjek terhubung satu dengan yang lainya sehingga ia mempunyai akses terhdap modal, teknologi,informasi, dan pasar ( Publik ).

Di sisi lain, dalam hal menguatkan akses, Allah SWT melalui Rasullullah Muhammad SAW dan para rasul, memandu selurh umat manusia untuk menghindari pola kolerasi yang dikotomis dan egoistik. Ia memandu manusia, melakukan sinergitas yang memandukan integralitas dan sistem manajemen yang saling menguatkan satu dengan lainya berbasis fungsi.

Rasional Dan Realistis

Akses akan selalu menguatkan dan mempunyai bunefit ( sekaligus profit ), apabila manusia menyadari berbagai faktor yang telah digariskannya. Pertama, sumber ( resource ). Akses yang bersumber dari kerja sama saling menguntungkan dan memberi manfaat baik dalam konteks, modal, teknologi, informasi, dan pasar ( ambassador dan consumers ). Sumber yang clean dan clear.

Dalam kontek modal dasar dan modal kerja, misalnya, tidak termasuk kapital yang mengandung riba. Dalam kontek teknologi bukanlah teknologi yang mudah dipergunakan untuk kehancuran insan sesama. Dalam konteks informasi, bukan informasi yang bersifat insinuatif dan merontokan sinergi. Dalam konteks pasar bukanlah pasar yang menjanjikan proft semata.

Beranjak dari pandangan inilah, upaya menguatkan akses dalam mencapai sukses, harus selalu dilandasi oleh motivasi dan inisiatif yang positif, dan dilaksanakan dengan strategi yang positif pula. Dialam imageneering, kesemua itu disebut sebagai silk line. Jalur sutra, yang berpangkal pada motivasi positif dan berujung pada tujuan yang positif pula.

Untuk mencapai sukses yang berkuaifikasi platinum, dalam mencapai sukses, manusia mesti mewujudkannya dalam berbagai bentuk prilaku. Yaitu akhlak yang didalamnya terdapat etika dan diatur dalam code of conduct mitra setara yang hanya bersedia berkaloborasi untuk melakukan kebajikan yang positif, dan menolak untuk melakukan persekongkolan ( sinergitas jahat dan palsu ); dinamis yang ditandai dengan kecenderungan berpikir, bersikap, dan bertindak paradigma, serta mapu menepatkan fenomena secara profesional; dan komunikatif ( dalam makna yang sesungguhnya ).

Kesemua itu, diperkokoh oleh kemauan dan kemampuan besartu, termasuk menepatkan eksistensi diri sebagai bagian dari sistem yang disepakati bersama. Karena itu, menguatkan akses harus selalu dilandasi oleh rasionalitas dalam mengekpresikan kemandirian atau independensi; termasuk didlamnya: cara berpikir, bersikap, dan bertindak realistis.


Sumber : ketik Ulang Buku Platinum Track
 

Sabtu, 22 Oktober 2016

Menjadi Pelayan Profesional



Sumber Gambar : solucionesim.net
Menjadi Pelayan Profesional

Jalan platinum tak hanya jalan sukses dalam pengertian universal. Bahkan, merupakan jalan sukses dalam pengertian spesifik. Ditengah krisis, jalan platinum sukses, adalah jalan yang semestinya ditempuh siapa saja untuk mengatasi krisis dan menaggulangi dampak krisis itu sendiri.

Bagi para pemimpin dan institusi bisnis, kesadaran dan tanggung jawab individual dan kolektif mengatasi krisis, setidaknya mesti mempertimbangkan lima aspek sperti berikut ini.
  • Menciptkan sinergi antara pemimpin dan masyarakat yang dipimpin dan masyarakat yang dipimpinya, termasuk sinergi mengatasi hubungan industrial dilingkungan bisnis;
  • Mewujudkan political need dan political interested yang relevan dengan upaya membentuk fudemental ekonomi: capital ground;
  • Merumuskan visi periodik untuk mencapai tujuan ekonomi sebagai investasi jangka panjang;
  • Menciptakan kondisi terbinanya ketenangan dan produktivitas kerja untuk mewujudkan industrial peace; dan akhirnya,
  • Mewujudkan kondisi terciptanya kesejahteraan kolektif, mulai dari socila welfare sampai welfare state, tampa harus melakukan welvaart politek yang cenderung merupakan politicking action.
Dalam konteks demikian maka jalan platinum mencapai sukses, dapat dimulai oleh siapa saja, dengan mempermulasikan komitment asasi sebagi pelayan profesional bagi lingkungan sosial dan masyarakatnya. ( TErmasuk didalam prinsip-prinsip civil sevent dan civi mission ) yang mendasari kiprahnya diatas cara dan sikap kerja. bukan oleh gelar, kontelasi sosila ( antara lain berbentuk jabatan ), dan status simbol yang diperolehnya. Semakin tinggi gelar dan jabatan, harus semakin jelas orientasi sikap kerja dan semakin konkret cara kerja, yang langsung menemukan solusi atas berbagai permasalahn yang dihadapi. 

Menegakan law eforcement yang mewujud dalam bentuk reward dan punishment, berdasarkan prinsip-prinsip kesetaraan, keadilan, dan kearifan, merupakan salah satu marka penting platinum track untuk mencapai sukses. Karena dengan cara inilah akan terbangun kondisi collective colegialisma, yang berierintasi kepada fungsi, tugas, dan tanggung jawab.

Ekuaitas ekulitas menjadi faktor strategis trutama ketika kita hendak memahami hakikat dasar imageneering yang membedakan dengan jelas atara persepsi yang ditimbulkan oleh asumsi dan persepsi yang ditimbulkan oleh presumsi tentang kedudukan dan fungsi seorang ditengan lingkungan sosila.

Tak Pernah Takut

Louis Marlow ( 1997 ) mengungkap, persepsi seorang tentang lingkungan sosila atau komunitasnya, selalu dipengaruhi, oleh status, posisi, intelektualitas, budaya latar belakang dan kecendrungan politiknya. Kesemua itu memengaruhi setiap manusia menempatkan diri dan memaikan peran dirinya ditengah lingkungan sosialnya.

Persepsi yang keliru tentang komunitas dan lingkungan sosila, manageral structure, staffting group, socila and institutionla group, akan menjerumuskan tidak hanya peraktik kepemimpinan, tetapi institusi secara keseluruhan, itulah sebabnya, mengapa setiap orang yang menjalani amanat kepemimpinanan mesti memahami sesadar-sadarnya core bussines setiap institusi yang dipimpinnya.

Mereka yang memimpin intitusi publik atau politik, terbebaskan dari kewajiban memperoleh profit dan benefit, ksrens ysng hsrus dipikrkannya adalah bagai mana menciptakan benifit seluas-luasnya. Sebaliknya, mereka yang memimpin institusi ekonomi ( Meski mepunyai orientasi politik ) misalnya prusahaan berbentuk perseroan milik negara dan swasta, tak bisa membebaskan dirinya dari orientasi profit. keduanya tak bisa dicampur baurkan satu dengan lainya.

Persepsi yang keliru terhadap core bussines, selain akan menimbulkan keracunan dalam berpikir, bersikap, dan bertindak, juga akan menyesatkan lingkungan sosila dan komunitasnya. Dalam konteks inilah, persepsi pemahaman tentang, serahkan urusan kepada ahlinya, menjadi relevan dan penting.

Pemimpin sebagai pelayanan yang baik, sejak jauh-jauh hari sudah mempertimbangkan dengan seksama core bussines institusi yang akan dipimpinnya. Menerima tugas dan amant yang tidak sesuai dengan kemampuan ( Skill ) selain akan menyebabkan split orientasi, juga akan mengahambat proses akselerasi dan achievment.

Menjadi pemimpin sebagai pelayan profesional adalah menjadi penggerak akselerasi dan achievment, produktivitas, dan kesadran melayani. menjadi penting dan utama, memang kesadaran dan tanggung jawab individual pemimpin sebagai pelayan profesional sebagai inti kekuatan. Khususnya dalam menjawab tantanan, serta menciptakan dan memberi makna atas peluang trutama kita dihadang krisis. Pelayan profesional, tidak pernah takut mengahdapi krisis, karena ia selalu mempunyai solusi.


Sumber : Ketik Ulang Buku Platinum Track.

Jumat, 21 Oktober 2016

Membuat Orang Lain Menjadi Sukses

Sumber Gambar : ayeey.com


Membuat Orang Lain Menjadi Sukses

Salah satu nasehat penting dalam mencapai sukses adalah: Berusaha membuat mitra kerja usaha sukses". Bagi insan yang berkala budi dan visioner, menciptakan kondisi kesuksesan bagi mitra kerja dan mitra usaha adalah keniscayaan karena dengan demikian akan terbangun.

Kultur korprasi yang berkembang di bidang berbagai belahan dunia menunjukan, upaya kolektif menciptakan sukses bersama, merupakan jalan yang terbaik dan terindah. Hal ini karena sukses kolektif mempunyai nilai pertumbuhan dan kemajuan yang berkualtas. Di dalamnya senantiasa terdpat prinsip asasi: silih asih, silih asah, dan silih asuh, yang memungkinkan terjadi proses social empowerment di lingkungan sosial mana pun.

Prinsip asasi seperti ini selalu dilandasi oleh sikap positif untuk saling memuliakan. Dalam bahasa kearifan lokal dari tanah sulawesi selatan, disebut pada idi pada ilo sipatua sipatokong. Saling menghargai dan saling memandang segala hal secra positif, utuk akhirnya menjadi kerja kolektif saling memuliakan. Suatu nilai budaya kerja yang berpegang pada hakikat kerja sama: ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Kebersamaan hakiki.

Dalam konteks agama, tuhan memberikan contoh dengan berbagai model kerja sama. Pertama, model kerja sama, yang diperlihatkan dalam bentuk kerja sama semut, memindahkan satu masalah dari satu tempat lain. Gotong royong berbasis kebersamaan kekuatan dan keterpaduan semata. Kedua, model kerja sama antara nahl ( lebih ), yang diperlihatkan melalui keseluruhanperforma lebah. Suatu model kerja sama yang dilandasi oleh soliditas dan solidaritas, produktivitas dan profesionalitas, serta ekuitas dan ekualitas.

Apabila pada model kerja sama semut, yang terbangun hanya naluri kebersamaan, dalam model kerja sama lebah, yang terbangun adalah tanggung jawab sosial untuk saling bertanggung jawan melakukan proses empowermentship, dalam bentuk tanggung jawab atas berlangsungnya suksesi dan regenerasi. Ia memberdayakan seluruh potensi yang ada sesuai dengan fungsi dan kualitas kerja tiap anasir didalam komunitas atau organisasi. Kaena itu, pada komunitas lebah, pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang berhasil.

Ratu Lebah

Menyiapkan kondisi bagi kesuksesan orang lain, trutama para kader pengganti, merupakan pekerjaaan utama sang pemimpin ( ratu lebah). Semua dilakukan atas dasar keikhlasan memimpin. Karena itu, pemimpin yang sukses tidak mempunyai prestasi lain, kecuali menyiapkan jalan sukses bagi siapa saja yang berpotensi, berkualitas, dan iklas menjalani tugas dan kewajibannya. Sekaligus membebaskan dirinya dari berbagai kecendrungan melakukan pengelompokan invisble hand.

De Bono, dalam konteks leadership imageneering, mengisyaratkan pentingnya pembebasan diri dari penguasaan sukses diri sendiri dan kelompok ( primordialitas ), yang lebih banyak hanya memuja keunggulan kelompok ( asal usul, daerah, kampus,golongan, dan sejenisnya ). Mereka yang hanya berpikir bagai mana memajukan dan membuat sukses berdasarkan pertimbangan primordial, akan terjebak oleh kemubaziran yang hadir.

Membuat sukses orang lain, khasnya generasi baru, merupakan bagian penting dari suatu inovasi. Karena itu, seorang pemimpin yang memiliki sukses lewat platinum tarck, selalu mempunyai catatan penilitian dan rancang pengembangan ( secara personal ) setiap potensi dilingkungan sosilanya-termasuk catatan independen tentang personal didalam organisasi yang berkualitas: highly qualified adn effective people. bukan siapa, orang dekat dan orang jauh.

Dengan demikian, maka jelas, suksesi kepemimpinan dan kesuksesan oragnisasi, diciptakan melalui kesadaran dan tanggung jawab kolektif mereka yang sungguh memberi kontribusi besar terhadap organisasi atau komunikasinya. Disetiap lingkungan sosila dan organisasi, selalu tersedia sumber daya manusia yang layak dan pautu sukses' dalam propesi yang tepat untuk suatu kurun waktu tertentu.

Anda ingin sukses di bawah lindungan tuhan, buatlah orang lain ( generasi penggati ) sukses meskipun anda tidak pernah tahu asal usulnya. Jangan pernah penjarakan sukses masa depan dengan primordialitas yang tidak perlu. Ciptakan sistem yang memungkinkan setiap orang yang layak dan patutu sukses, memperolej kesuksesan meski ia hanya seorang yang datang dari kaum amah ( awam,d.).


Sumber : Ketik Ulang Buku Platinum Track

Kamis, 20 Oktober 2016

Berani Untuk Sukses

sumber gambar: nlpsurabaya.wordpress.com

Berani Untuk Sukses

Seoarang yang berani sukses, akan sukses, dan akan mngerti secara menghindari gagal dan kegagalan. Hal ini karena kegagalan tak harus selalu dimaknakan sebagai' sukses yang tertunda'. Sukses dan gagal, merupakan dua hal yang berbeda satu dan lainya.

Dalam kontek demikian, paradigma baik sangka ( Kepada manusia maupun kepada tuhan), dinyatkan sebagai bagian tak terpisahkan dari keseluruhan proses. Didalam baik sangka, tuhan menyimpan energi posistif, yang akan menggerkan dinamika hidup bernilai posistif. Sebaliknya siapa saja yang terbiasa bebrburuk sangka, tersimpan energi buruk.

Baik sangka melahirkan kepercayaan dan tanggung jawab. Didalamnya, segala energi positif tersemai dan tumbuh kembang. Tampil dan sosoknya yang tegak-teguh: rasa hormat, silaturahmi, kehendak saling mendukung dan saling membantu, kejujuran, toleransi, dan kehendak untuk saling memuliakan, lalu akhirnya saling memberikan kesempatan dan jalan menuju sukses.

Buruk sangka melahirkan kecurigaan, keraguan, dan jauh dari tanggung jawab. Didalamnya, seluruh energi negatif tumbuh, lalu menguasai pikiran, hati dan jiwa. Hadir dengan daya ynag merusak, seperti: iri hati, dengki, kecemburuan berlebihan, merasa jago dan tidak jago merasa, lalu secara serta merta dikucilkan, disepelekan ( diabaikan ), dipinggirkan, dirampas, dan dizalim. padahal, yang sungguh terjadi adalah hal yang sebaliknya.

Mereka yang dikuasai buruk sangka, akan terkukung dan terpenjara oleh dominasi eneri buruk di dalam pikiran, jiwa, dan hati, hingga akhirnya menghancurkan diri sendiri. Mereka, akan selalu jauh dari sukses, dalam sekala hidup bagai manapun juga.

Tangga Yang Kokoh

Untuk mencapai sukses, baik sangka sebagai energi positif mempunyai daya prubahan yang sangat dahsyat. hanya baik sangka yang mampu mengubah ketakutan menjadi tantangan, dan akhirnya menciptakan peluang. Hanya baik sangka yang mampu mengubah tata minda ( mindset )  yang condong pada kegagalan, menjadi condong kepada sukses. Baik sangka jugalah yang mangubah segala hal yang negatif menjadi positif.

Buruk sangka yang antara lain melahirkan ghibah, buhtan, dan fitnah laksana noktah hitam didalam sumber energi manusia ( Hati ),  yang ketika dilakukan berulang ulang secara trus menerus, menguasai hati. Dan ketika menjadi kebiasaan hidup, maka semua keburukan menutupi hati. Dan ketika menjadi kebiasaan hidup, maka semua keburukan menutupi hati, dan akhirnya menguasai pikiran. Pada saat itulah, manusia tenggelam dalam gagal dan kegagalan , dan sukar untuk bangkit. Puncaknya, akal pikiran akan lumpuh, tak berdaya. Gairah dan ghirah hilang lenyap.

Pada saat itulah manusia disebut gagal, ia akan hidup apatis, kehilangan trust, dan kemudian sibuk mempruduksi mimpi diruang khYli ( ilusi dan fantasi ). Mereka kehilangan imajinasi tentang sukses, sebagai suatu kondisi edial yang harus dicapai dengan berjuang dijalan baik sangka. Hal ini karena imajinasi sukses pada dasarnya, merupakan kerangka idealistika yang jelas indikator dan parameternya sekaligus manageable, feaseable, accountable, responsble, dan mempunyai time line yang jelas.

Tuhan memandu manusia bahwa sukses dalam hidup hanya mungkin dicapai manusia yang selalu brusaha dan mampu menyelamatkan dan lingkungan sosialnya dari petaka buruk sangka. Untuk itu, mereka disiplin, mau dan mampu mengikuti aturan yang berlaku di dalam kehidupan dan lingkungan sosilanya, mengukuhkan komitmen positif yang dikuatkan oleh sinergi positif. Kemudian saling menunjang satu dan lainya.

Karena itu, sukses seorang tak sepenuhnya bisa dicapai hanya oleh dirinya sendiri. Sukses yang dicapai berdasarkan energi baik sangka, selalu melibatkan berbagai unsur, faktor, dan aspek yang juga positif. Higgs ( 1964 ), menyebut, baik sangka atau posistive think, merupakan kekuatan yang mampu membebaskan manusia dari kegagalan, dan menjadi tangga yang kokoh untuk mencapai sukses.



Sumber : Ketik Ulang Buku Platinum Track